foto kampus jerman

Konsultan pendidikan luar negeri, Institut De EurnesiA (IDEA) yang berkantor di Jakarta menyelenggarakan IDEA Freshman Program Campus Visit 2015. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni hingga 4 Juli 2015 membawa rombongan dari SMAK Kolese Santo Yusup Malang, SMAN 3 Malang, SMAK Giovanni Kupang, SMAK St. Louis 1 Surabaya, dan SMA Kristen Immanuel Pontianak. Sebagai pimpinan rombongan adalah bapak Johannes Kembuan, pemilik IDEA-Institut De EurnesiA.

Rombongan bertolak dari Jakarta menuju Berlin. Kesan indah ketika melihat kota Berlin adalah transportasi darat yang nyaman. Karena kami berkunjung saat musim panas, maka terbenamnya matahari adalah sekitar pukul 23.00. Kami menyaksikan lahan gandum yang sangat indah dengan kincir pembangkit listrik berdiri kokoh di tengah areal lahan gandum. Kami juga me-ngikuti misa di Gereja St. Matthias dalam bahasa Jerman.

Hari berikutnya kami berkunjung ke Technische Universitat Berlin (TU Berlin) dan Freie Universitat Berlin. TU Berlin adalah Perguruan Tinggi terbesar yang berdiri pada tahun 1879, dengan 5.000 mahasiswa dari 130 negara.   Banyak penelitian ilmu teknologi luar angkasa dilakukan di kampus ini antara lain peluncuran satelit pertama TUBSAT-A pada tahun 1991 dan percobaan roket untuk menjalankan proyek-proyek pengembangan dan pengujian rovers planet dan teknologi. Sedangkan Freie Universitat salah satu fokus utamanya adalah pertukaran penelitian di tingkat internasional dengan universitas di seluruh dunia. Sejak berdirinya pada bulan Desember 1948, etos akademik Freie Universität Berlin selalu ditentukan oleh tiga nilai, yaitu kebenaran, keadilan, dan kebebasan.

Tujuan selanjutnya adalah kota Geilenkirchen dengan mengunjungi Campus Geilenkirchen, Aachen University of Applied Sciences Campus Julich, Gymnasium Haus Overbach, Katho Uni, RWTH, dan Aachen Dom. Di Campus Julich rombongan di-terima oleh Prof. Herman Josef Buchkremer dan Prof. Dr. rer. nat Gereon Elbers. Mahasiswa di kampus ini 80% belajar teknik, 18% belajar bisnis, dan 2% belajar ilmu yang lain. Untuk seleksi masuk diperlukan tes Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman. Kebanyakan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa yang berasal dari luar Jerman adalah soal bahasa. Akan tetapi di kampus ini ada berbagai penawaran program perkuliahan. Ada yang 4 tahun menggunakan Bahasa Jerman, ada yang 2 tahun menggunakan Bahasa Inggris dan 2 tahun menggunakan Bahasa Jerman, ada juga yang selama 4 tahun belajar menggunakan Bahasa Inggris.

Saya berharap siswa SMAK Kosayu membuka pikiran seluas-luasnya. Semakin banyak informasi, tentu akan semakin menambah peluang untuk studi lanjut. Kesempatan beasiswa dan kuliah di Jerman adalah salah satu kesempatan yang bisa diperoleh siswa-siswi SMAK Kosayu. Kondisi ini mendapat dukungan penuh dari 20 alumni senior anggota PEKSY Jerman yang sekarang menetap di sana dan siap membantu adik alumni yang berminat belajar di Jerman. Terima kasih PEKSY Jerman dan IDEA. (P.Harjanto)

 

SMAK Kolese Santo Yusup Malang

Jalan Simpang Borobudur 1 Malang 65142 Jawa Timur - Indonesia | info@smakkosayu.sch.id | www.smakkosayu.sch.id